Tuesday, November 16, 2010

Sop Kaki Kambing Irwan


Dalam sebuah obrolan di kampus antara gue dan uyun “juragan bebek”, sempat tercetus hasrat untuk makan sop kaki kambing. Sop Kaki Kambing itu makanan khas betawi yang isinya seperangkat personil kaki kambing. Ya intinya, isinya itu daleman semua yang melingkari kaki-kaki kambing tak berdosa. Gue lupa namanya apa aja, pokoknya bentuknya aneh-aneh ada yang kaya handuk gitu trus ada yang bentol-bentol juga ya ntar kalo udah inget namanya ntar diupdate deh. Tapi ternyata obrolan ini hanya menjadi impian belaka karena keterbatasan waktu untuk berburu Sop Kaki Kambing yang menggiurkan.

Sampai suatu ketika gue nemenin nyokap ada urusan di daerah Blok M, Jakarta. Setelah urusannya kelar, nyokap ngajakin makan malam. Ternyata eh ternyata, menu makan malamnya SOP KAKI KAMBING! Oh uyun, maafin gue! Meluncurlah gue ke warung makan pinggir jalan, tapi maaf gue lupa nama jalannya, intinya masih di sekitaran Blok M. Setibanya di lokasi gue membaca tulisan Sop Kaki Kambing Irwan di depan warungnya. Impian akhirnya menjadi kenyataan HAHA! Di warung yang cuma beratapkan tenda sederhana dengan kursi meja ala warung pinggir jalan biasanya, gue mulai memilih-milih daging yang mau gue makan. Sekedar penjelasan, makan disini bisa milih dulu bagian mana yang mau dimakan trus nanti dimasukkin ke mangkok. Abis itu, kasih deh ke abang-abangnya buat diproses lebih lanjut untuk dikasi kuah sama bumbu-bumbu yang lain.

Tak lama kemudian, dateng deh si abang-abangnya bawa mangkok yang berisi Sop Kaki Kambing!! (haha kata ini emang sengaja diulang-ulang untuk penekanan) Satu mangkok itu isinya ya daging-daging kambing yang udah gue pilih tadi. Yang bentuknya aneh-aneh kaya’ yang gue jelasin di atas sebelumnya. Daging-daging itu dipotong kecil-kecil. Trus ditambah tomat sama emping melinjo bikin penampilannya jadi makin seger. Kuah sop yang berminyak sama asap kuah yang masih panas menari-nari menggoda untuk suapan pertama. Makan Sop Kaki Kambing ga lengkap tanpa Minyak Samin. Minyak Samin itu minyak nabati padat yang bentuknya mirip margarine. Kalo dimasukin ke kuah nanti jadi makin berminyak karena kandungan lemaknya tinggi. Hm, bayangin aja bentuk kuah tadi ditambahin minyak samin. (laper)

Well, ga pake lama gue langsung ngerasain suapan pertama. Yumm, mulut gue rasanya menggelora karena rasa enak langsung melapisi seluruh permukaan lidah (ini mungkin sedikit berlebihan). Kuah yang panas, ditambah daging kambing sama tomat segar jadi kombinasi yang pas banget. Daging kambing yang dipotong kecil-kecil itu terasa nikmat banget waktu di mulut meluncur bersama kuah yang entah kandungan kolesterolnya setinggi apalah itu. Ah.. ntah kenapa ga sanggup deskripsi apa-apa lagi intinya enak banget dan makan waktu itu semangat banget karena yang masih panas. Mungkin penantian lama pengen makan jadi penambah nafsu makan juga, jadi rasanya setiap suapan begitu berarti. Hiks Hiks.

Efek buruk habis makan ini ya kepala jadi pusing-pusing, ga tau gara-gara kolesterol atau gara-gara tekanan darah tinggi. Ya buat pengidap kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi tidak disarankan untuk memakan makanan ini. Overall, menu ini emang enak banget tapi efek samping yang ditimbulkan harus dipikirin juga. Sekian, salam kuliner!

Bebek - Bebek Uyun


Dikarenakan postingan gue yang sebelum ini terlalu aneh karena buru – buru banget dan mengakibatkan deskripsi gue tentang bebek – bebek jadi kurang oke, maka dengan ini gue sebagai pemilik blog akan mengulangi kisah bebek uyun.

Alkisah pada suatu hari, datanglah seorang uyun membawa bebek-bebek ketika sedang ada belajar kelompok yang melibatkan gue dan beberapa orang lain. Kedatangan bebek-bebek ini tentunya membuat hati para peserta belajar menjadi riang. Bayangin aja situasinya ketika itu kurang lebih kaya gini, lagi serius belajar tiba-tiba datang gerombolan bebek berlumuran sambel yang di lehernya pake kalung, tulisannya “eat me!” (deskripsi yang salah-jangan percaya) argh! mana tahaaaann…

Akhirnya manusia-manusia kelaperan --termasuk gue-- berburu nasi ke desa sekitar (padahal cuma ke warung sebelah). Setelah dapet nasi gue bersama para manusia laper membentuk barisan mengelilingi bebek-bebek.

Bebek pertama yang jadi korban gue bernama Bebek Kalio Ijo. Nilai buat bebek yang satu ini = Enak banget! (sebenernya ini karena kelaperan). Well, penampilan bebek ini sama seperti bebek-bebek pada umumnya. Bagian yang gue makan itu kira-kira paha ke atas. Yang spesial dan membedakan dia dengan bebek yang lain adalah seluruh bagian bebek itu berlumuran sambel ijo yang luar biasa berminyak. After first bite, yang terasa adalah daging bebek yang bener-bener lembut. Trus bumbunya itu ga cuma kerasa di kulit aja, tapi juga meresap ke dalam daging. Mungkin waktu proses ungkep bener-bener pas jadi bumbunya masih kerasa sampe ke dalem-dalem dagingnya. Rasa amis yang biasanya ada di bebek juga ga terlalu kerasa. Ditambah lagi sama baluran sambel ijo di sekujur tubuh si bebek, di mulut itu rasanya jadi pedes-pedes sambel ijo plus minyak sama lemak. Argh! (Jadi laper lagi).

Bebek kedua namanya Bebek Kalio Merah. Nilainya = Enak juga! (haha sama aja kaya’ di atas). Hm, intinya rasanya ga terlalu beda ama yang kalio ijo, cuma bedanya sekarang sambelnya warna merah jadi rasanya ya ga pedes-pedes sambel ijo lagi tapi pedes-pedes sambel merah. Spesial buat bebek ini karena gue dapet satu potong utuh jadi gue bisa ngerasain sumsum tulangnya yang ada di ujung tulang itu lho. Yumm, rasanya enak banget, seperti yang gue bilang tadi bumbu bebeknya itu kaya’ udah menjalar ga cuma sampai ke daging, tapi juga ke tulang-tulangnya. Slurp..ah! Hahaha.

Hm, sebenernya masih ada lagi sih perkedel yang dibawa uyun buat nemenin si bebek, tapi karena si bebek terlalu enak jadi lupa ama rasa perkedelnya. Kekurangan dari bebek ini waktu gue makan udah dingin jadi ga terlalu empuk walaupun ga terlalu banyak berpengaruh. Akhirnya acara makan-makan pun diakhiri dengan segelas es teh. Serrr… abis kepedesan emang temen yang pas banget deh si es teh. Setelah semua keringatan plus kekenyangan tak lupa kami mengucapkan terima kasih buat uyun sebagai pembawa bebek. Oh iya, kalau ada yang minat sama bebek-bebek ini langsung aja ke Warung bebeknya Uyun disini. Buka link-nya ntar ada alamatnya disitu. (promosi, gara-gara digratisin makan) haha Selamat mencoba!

Sunday, November 7, 2010

UNAWARENESS

Dia adalah wanita
yang biasa saja
yang sederhana
dan tidak banyak bicara

Dia bukan wanita
yang congkak dengan kehebatannya
yang merasa tinggi diatas segalanya
bukan
dia bukan wanita yang seperti itu
dia hanya wanita yang biasa saja

namun, tahukah kalian

Dia adalah wanita
yang mampu menghargai
disaat aku butuh dihargai
yang mampu memberikan perhatian
disaat aku butuh perhatian
yang mampu mengerti
disaat aku ingin dimengerti
yang mampu memberi ketulusan
disaat aku ingin ketulusan

Ketika aku ingin membalas semua itu
aku tersadar
aku sudah dalam kekalahan
Karena sebenarnya
semua perbuatan wanita itu
dia lakukan
dalam ketidaksadaran